xxxxxxxxxxxxxxxxx

Sumber: IPB TV (2021)

Bogor, 18 Desember 2021 – Prof. Dr. Ir. Dede Robiatul Adawiyah, M.Si, Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian IPB University menuturkan Orasi Ilmiah Guru Besar bertajuk Peranan Ilmu Sensori dalam Pengembangan Produk di Industri Pangan pada Sabtu, 18 Desember 2021 bertempat di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Bogor dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube IPB TV.

Prof. Dede membuka orasi ilmiah dengan paparan mengenai Ilmu Sensori, keilmuan multidisiplin yang mempelajari respon dan penerimaan manusia terhadap suatu produk. Ilmu yang merupakan bagian dari ilmu pangan ini sangat erat kaitannya dengan riset perilaku manusia dalam mengonsumsi produk pangan. Seiring dengan perkembangannya, ilmu sensori juga diterapkan dalam berbagai bidang antara lain pada produk farmasi, kosmetik, dan lain-lain.

Ilmu sensori menggunakan evaluasi sensori sebagai metode analisis utama yaitu metode ilmiah untuk mengukur, menganalisis, dan menginterpretasikan reaksi terhadap karakteristik dan penerimaan produk pangan saat diterima oleh panca indra manusia (penglihatan, penciuman, pencicipan, perabaan, dan pendengaran). Ilmu sensori juga menggunakan metode analisis fisikokimia, fisiologis, psikologis, dan metode riset berbasis konsumen untuk menjawab cakupan pertanyaan ilmu pangan yang lebih luas.

Evaluasi sensori memegang peranan penting dalam perkembangan industri pangan. Meningkatnya persaingan dan peluang baru dengan adanya globalisasi mendorong industri pangan untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk baru, meningkatkan kualitas, memperpanjang masa simpan, meningkatkan produktivitas, serta menekan biaya produksi dan distribusi.

Keberhasilan produk di pasar juga ditentukan oleh kemampuan memahami ruang sensori dalam kategori produk yang dihasilkan. Keberhasilan seluruh program dalam industri pangan ditentukan oleh sikap dan persepsi konsumen terhadap produk yang dihasilkan termasuk cara menganalisis dan melaksanakannya dengan cara dan metode yang baik dan tepat. Hal tersebut menjadi dasar perkembangan industri pangan, ilmu sensori dan metode uji sensori untuk mendukung kebutuhan industri pangan.

Prof. Dede melanjutkan orasi ilmiah dengan memaparkan mengenai perkembangan metode evaluasi sensori. Sejak kemunculannya pada tahun 1940, metode ini terus berkembang secara dinamis dengan tujuan untuk mendapatkan pengujian formal yang lebih terstruktur serta menghasilkan metode baru yang memperbaiki metode yang sudah ada sebelumnya. Berbagai jenis metode uji sensori telah dikenal untuk menilai dan mengevaluasi karakteristik sensori dari produk pangan. Salah satu contoh perkembangan pengujian tersebut adalah uji deskripsi yang mengalami pergeseran paradigma penggunaan instrumen uji sensori dari panel terlatih menjadi panel konsumen. Hal tersebut didorong oleh kebutuhan industri pangan akan perlunya metode pengujian profil sensori produk secara tepat, cepat yang berbasis pada persepsi konsumen sebagai pengguna akhir (end user) dari produk yang dihasilkan.

Merespon kondisi pandemi Covid-19 akibat adanya pembatasan kegiatan masyarat, metode pengambilan data home use test (HUT) yang termasuk dalam kategori uji afektif menjadi metode yang paling populer digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan mengirimkan sampel secara langsung ke rumah dan dilanjutkan dengan pengambilan data responden secara daring.

Sampai saat ini, belum ditemui adanya instrumen yang mampu menjelaskan sifat sensori secara komprehensif seperti halnya yang dilakukan oleh manusia. Karenanya, Prof. Dede meyakini ilmu sensori masih akan terus berkembang di masa depan sesuai dengan dinamika dan perubahan zaman.

Tantangan dan pengembangan ilmu sensori di masa depan juga mencakup pengembangan produk pangan sehat dan fungsional berbasis atribut sensori, studi lintas budaya (cross-cultural study), penerapan sensometrik dan teknologi biometrik hingga potensi aplikasi teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) dalam ilmu sensori.

Perkembangan ilmu sensori untuk keperluan pengembangan produk pangan di era globalisasi dan masa mendatang tentunya tidak terlepas dari dukungan disiplin ilmu lain seperti ilmu kimia, fisika, biologi, anatomi, statistik, ilmu komputer dan biomedis.

Menutup orasi ilmiah, Prof. Dede berserah diri seraya memanjatkan harapan kehadirat Allah SWT agar senantiasa diberikan perlindungan dan ketulusan niat dalam menjalankan tugas sebagai dosen untuk dapat mendharmabaktikan ilmu agar bermanfaat bagi IPB dan kemaslahatan masyarakat.

xxxxxxxxxxxxxx