alanya lavabo acma,alanya tikanik acma,alanya tikanik acma,
Tim Mahasiswa Fateta IPB Raih Juara 2 dalam Ajang Deloitte Risk Intelligence Challenge - Fakultas Teknologi Pertanian

Tim ‘Standout’ IPB University berhasil meraih juara dua di Deloitte Risk Intelligence Challenge (RIC) 2019. Tim ini beranggotakan dua mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, yaitu Reza Satria dan Muhammad Rizki Maulana (Departemen Teknologi Industri Pertanian), Renery Yemima (Departemen Ilmu Ekonomi), dan Laras Salsabila (Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat).

RIC merupakan kompetisi tahunan antar perguruan tinggi yang bertujuan untuk mengembangkan wirausaha dan menjadikan individu yang siap menghadapi risiko. Ajang ini diadakan untuk menjaring mahasiswa yang memiliki pemikiran bisnis dan ide kreatif bagi dunia inovasi dan manajemen risiko. RIC 2019 diselenggarakan oleh salah satu Kantor Akuntan Publik (KAP) terbesar di Indonesia yaitu Deloitte, pada (16/05) lalu di Wisma Antara Jakarta. Pada tahun 2019 ini, RIC memiliki fokus mengenai inovasi revolusi industri 4.0 dalam lingkup ekonomi, sosial, dan lingkungan. Lomba terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap penyisihan (pre-eliminary) dan tahap final.

“Di tahap pre-eliminary, kami diminta untuk mengumpulkan proposal tentang analisis risiko perusahaan yang mengalami transformasi digital. Enam dari 100 tim yang berpartisipasi lolos ke tahap final. Persiapan kami yakni berupa brainstorming ide dan riset melalui literatur. Di kompetisi ini dibutuhkan kemampuan problem solving dan kerjasama yang baik. Beberapa dari kami juga memiliki background ilmu lingkungan dan belajar mengenai manajemen risiko,” ujar Rizki.

Pada tahap final, para peserta diminta untuk mempresentasikan skenario sebagai solusi terhadap analisis risiko kepada para juri profesional.

“Dengan persaingan e-commerce saat ini, diharapkan ada e-commerce yang bisa mengangkat isu lingkungan. Tim kami melakukan studi kasus pada salah satu e-commerce terbesar di Indonesia. Kami melakukan analisis risiko yang berdampak dan membuat skenario yaitu RE-BOX. RE-BOX adalah solusi e-commerce untuk mengatasi masalah limbah pengemasan dan dapat dijadikan bisnis yang berkelanjutan. Skenarionya dikaitkan dengan penggunaan teknologi dan data analytic. Skenario utamanya berupa green private label, repack, dan backbox,” ujar Reza.

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2019/06/analisis-risiko-e-commerce-mahasiswa-ipb-university-raih-juara-deloitte-risk-intelligence-challenge/2ed0e7b1b649d5a19ad4afe25935a58c